Setelah Bank Syariah Kini Ada Ojek Syariah, Mau Tahu ?

Orang kita (baca:Indonesia) memang kreatif saja. Nyadar kalau mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim maka munculah berbagai bisnis yang mengambil nilai-nilai Islam sebagai dasar. Istilah keren-nya adalah Syari'ah yang berarti sesuai dengan normal Ilahiyah dan mengatur tingkah laku batin maupun konkrit individu maupun kolektif.
Kata syariah ini, sebelumnya sudah dikenal melalui lembaga-lembaga perbankan di republik ini. Hampir semua lembaga perbankan baik pemerintah maupun swasta beramai-ramai membuat layanan nasabah dengan label syariah, seperti Mandiri Syariah, BNI Syariah, Danamon Syariah. BCA Syariah dan lain sebagainya.
Walaupun demikian, Bank Muamalat Indonesia-lah yang pertama kali memperkenalkan istilah ini ke publik pada tahun 1991 atas prakarsa MUI dan Pemerintah. Saat itu lagi menjamur lembaga keuangan mikro syariah (BMT) di hampir seluruh pelosok nusantara. Banyak diantaranya yang tetap eksis dan berkembang hingga kini.
Kini pemakaian syariah tidak hanya sebatas pada lembaga keuangan saja, banyak core-core bisnis menggunakan kata ini, baik apakah memang betul-betul menggunakan prinsip syari'ah Islam atau hanya sekedar untuk menarik minat pelanggan saja. Mungkin ada sudah mengenal bisnis pulsa syariah, Travel Syariah, Sembako Syariah dan lain-lain. Bahkan saat ini, Ojek (angkutan antar dengan menggunakan sepeda motor) juga sudah menggunakan kata syariah, orangpun menyebutnya sebagai Ojek Syariah.
![]() |
Sumber Gambar www.dream.co.id |
Ojek syariah memang lagi ramai diperbincangkan di sosmed. Belum dapat diketahui secara pasti, dimanakah lokasi sebenarnya pangkalan ojek syariah ini. Yang pasti bila dilihat dari plat nomornya adalah plat B alias Jakarta. Ojek syariah ini patut mendapat apresiasi dan merupakan ide dan terobosan yang kreatif.
Secara fisik, Ojek syariah ini tidak jauh beda dengan ojek-ojek yang sudah ada sebelumnya. Hanya saja pada Jok tempat duduk terdapat papan pemisah antara ojeker (tukang ojek) dengan pemboncengnya. Papan pemisah ini dimaksudkan agar pembonceng (perempuan) tidak bersentuhan badan dengan pengendara (yang bukan muhrim) terutama ketika terjadi pengeremen mendadak ataupun jalan tidak rata dimana tubuh pembonceng biasanya terdorong ke depan karena teori gaya beban. Inilah sisi positifnya.
Selain papan pemisah, identitas syari'ah mungkin saja berlanjut pada tarif yang harus dibayarkan oleh pembonceng. Tarif yang fair, pas dan tak perlu tawar menawar akan tetapi tidak berat bagi pembonceng. Sayang sekali, walaupun menggunakan sebutan Ojek Syari'ah saat ini para ojekernya masih didominasi laki-laki. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kedepanya banyak bermunculan tukang ojek-tukang ojek perempuan dan khusus bagi pembonceng perempuan.
Kalau ini terjadi maka ini baru disebut 100% Ojek Syariah. Menurut Anda ?
Kalau ini terjadi maka ini baru disebut 100% Ojek Syariah. Menurut Anda ?

nice info mak yuni, nanti ini bisa ditiru sama daerah2 lain...jadi aman buat wanita jadi ga takut sama bukan muhrimnya karena tidak bersentuhan :)..semoga dapat dicontoh untuk daerah lain nantinya.
BalasHapusInsya Allah Mbak Ummi....biasanya kalau ada hal aneh di negara kita akan segera dicontoh ditempat lain....lagian saya kira cukup bermanfaat kok...
HapusKeerreeeennn....tadinya aku pikir temenku ngedit-edit ga jelas buat dijadiin DP. Ternyata beneran ada. Hehe
BalasHapuswah kalau itu beneran...soalnya dibeberapa media online sudah nurunin beritanya...
Hapushahaha...kreatif banget deh,,,boleh juga tuh,,,kalo seperti ini aku mau,,kan yg bonceng perempuan,,,
BalasHapusIya mbak....kalau naik ojek ini dijamin kalau pas nglewati polisi tidur pembonceng perempuan dijamin aman....he..he..he...
HapusSalam kenal mak yuni.
BalasHapusblm pernah liat nih mak. penasaran. good idea. smg papannya kuat :D
Salam kenal juga mak...Kalau papannya gak kuat jadi kena deh.....:)
HapusSalam kenal mak...
BalasHapusWah ini yang namanya kreatif. Duh masih belum jelas itu adanya dimana ya? Saya siyh oke2 aja kadang banyak ojek yang kurang sopan soalnya *sebel*
salam kenal juga mak sandrine....mungkin berangkat dari pengalaman pelecehan sexual kecil-kecilan mak...jadi ide ini muncul untuk meraih simpati kembali dan mengembalikan nama baik corp tukang ojek...:)
HapusHihi, super kreatif! Ato kalo mau yang lebih jelas soal tarif, mending dipasang argo kayak ojek2 di Jogja :D
BalasHapusHe...he..he...mungkin akan baik begitu ya mak..dari pada tawar menawar....sama-sama enak akhirnya karena biaya/harga berpatokan pada argo...sippp
HapusSetuju ojek syariah. Saya salah satu pengguna ojek soalnya
BalasHapusSipppp sama kalau gitu mak....
HapusMudah2an di tempatku segera ada nih, pengguna ojek juga soalnya sayah. Tapi penggagasnya emang kreatif ya :) Mak, rumahbagisahabat.blogspot punyamu kah? makasih ya, udah mendaftar aku di situ :D
BalasHapusya mak...semoga saja segera hadir ditempat-tempat lain. betul mak....yang rumahbagisahabat itu punya ku...memang saya buat untuk semua blogger yang BW ke blog aku...
Hapusaseeekkk ojek syariah. this is what I need!! ;)
BalasHapushe..he.he....Insya Allah bermanfaat....terima kasih kunjungannya...
HapusAda ada saja dikasih sekat ya mbak hehe
BalasHapusIn shaa allah setelah ojek syariah muncul taxi syariah deh hehe
Insya Allah....segera muncuk itu mas....tunggu saja.....
HapusHahaha.. :D
BalasHapusLumayan bagus juga idenya... he
He,he..he,,,kelak akan di contoh di banyak tempat mas....he...he...hee
HapusAssalamualaikum .... Alhamdulillah ,... ternyata tukang ojek tersebut merupakan jamaah masjid Al Ikhlas Jelupang Sepong Utara .
BalasHapusWalaikumssalam...oh begitu ya...
HapusInfo selanjutnya bisa dilihat di fb DKM Asy Syarif .
BalasHapusOkeeee siiip..
Hapussetuju banget bu
BalasHapusSiip deh...
Hapuswah ada ada aja nih ojek syariah, mungkin untuk menghindari dosa dan fitnah ya jeng kalau berboncengan dengan yang bukan muhrim ;)
BalasHapusBener mbak...yang pasti sih,,,agar tidak bersentuhan badan pembonceng dan pengojek....karena kalau bersentuhan bisa membangkitkan "keinginan" he...he..he...
HapusAssalaamu'laikum wr.wb, mbak Yuni...
BalasHapusHbeat ya ada ide untuk ojek syariah ini sudah diperkenalkan. Jika lebih manisnya, tukang ojek itu harus sesama muslimah juga kerana tetap wujud fitnah walau ada penghalang di tengahnya. Ojek mbak Yuni itu sangat kreatif dan inovatif. salut ya mbak sudah bisa membayangkan sesuatu yang baik dan indah untuk kaum muslimahnya.
Salam manis dari Sarikei, Sarawak
SITI FATIMAH AHMAD
Walaikumssalam Wr.Wb Mbak Fatimah...
HapusIya mbak....mestinya agar syariah betul-betul 100% antara tukang ojek dan pengojeknya harus sesama jenis...
Salam dari Yogya...
kreatif dan syar'i, mengakomodir kaum hawa
BalasHapussalutt