Duh, Belum Genap 2 Tahun GM (General Motors) Hentikan Produksi di Indonesia

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
my photos
Berita mengejutkan datang dari dunia otomotif, GM (General Motors) yang merupakan indukan dari Chevrolet Indonesia memutuskan untuk menghentikan produksinya pada Juni 2015 ini.

Merk Asli Amerika ini hanya mampu bertahan kurang dari dua tahun sejak pengoperasian kembali pabriknya di Bekasi Jawa Barat pada bulan Mei 2013 lalu.

Penghentian produksi ini adalah kali kedua. Sebelumnya GM yang masuk ke Indonesia pada tahun 1955 juga harus berhenti berproduksi pada tahun 2005. 

Gebrakan Comeback-nya GM di Indonesia ditandai dengan hadirnya Chevrolet SPIN yang bermain di segmen MPV kelas bawah (low) untuk pasar-pasar negara berkembang.

Sebenarnya SPIN lumayan diterima oleh konsumen di Indonesia. Terbukti sepanjang tahun 2014, MPV yang mempunyai kepanjangan SPirit of INdonesia ini telah terjual sebanyak 8.500 unit  (Sp/27/2)

Selama 1,5 tahun, saya dan keluarga pernah merasakan kenyamanan memakai mobil ini. Kami jatuh cinta pada fitur keamanan dan kenyamanannya yang memang merupakan ciri khas mobil Amerika-Eropa. Sentuhannya sangat  berneda dibanding mobil buatan Jepang atau Korea

Kenapa GM memutuskan untuk stop produksi? Menyimak berbagai analisa, disimpulkan terdapat  2 (dua) faktor penyebab utama :

  1. Kesalahan Strategi - GM melalui SPIN terlalu percaya diri menantang langsung dominasi merek Jepang. Spin masuk di kelas MPV bawah bersama merek Jepang seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Evalia, Suzuki Ertiga, dan pendatang baru Honda Mobilio. Akhirnya SPIN tak mampu membendung kegarangan merk-merk Jepang sehingga target penjualan tidak terpenuhi (Kompas 27/2);
  2. Operasional Tinggi - Biaya material yang tinggi dan kurangnya potensi untuk memanfaatkan basis pemasok lokal dalam skala terbatas menjadikan rantai logistik Spin semakin kompleks yang mengakibatkan cost tidak kompetitif, (Sp/27/2);
Apa konsekwensinya? Pendapat saya, penghentian produksi Chevrolet di Indonesia ini akan sangat berpengaruh pada harga jual kembali produk-produk chevrolet di masa mendatang, walaupun GM telah memberikan kepastian bahwa Chevrolet Indonesia masih terus bisa menjual merek Chevrolet di Indonesia melalui "dealerships" (hak penjualan). Kasus seperti ini pernah terjadi untuk produk-produk Opel. 

Yang menarik, walaupun project Spin segera berakhir akan tetapi GM telah mewacanakan untuk bermain di kelas mobil murah mulai 2017 dengan bekerjasama perusahaan China, Wulling. Kita patut menunggu, apakah niatan ini akan benar-benar terwujud, kalau benar berarti masyarakat siap-siap menyambut salah satu produk mobil murah ala GM-Wulling.

Good Gye, Chevrolet !
Quote od The day

G+


4 comments

Namaku : Sucipto Kuncoro, Komentarku begini nih : 10:07 PM WIB

mungkin karena banyak orang indonesia gak kenal chevrolet, taunya cuma honda & toyota :)

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 10:59 PM WIB

Tidak disangkal pendapat itu betul mas. Sehingga tekologi bagus sekalipun kalau tidak mampu menutup operasioanal ya pasti akan ditutup... :)

Namaku : Hanudin, Komentarku begini nih : 8:06 AM WIB

Beritanya bermanfaat gan. Saya tunggu berita selanjutnya

Namaku : bobby, Komentarku begini nih : 9:06 PM WIB

kalau stau saya justru inefisien dari GM Indonesia yang bikin GM tutup pabrik di Indonesia. Produk nya sndiri terutama Spin menurut saya fenomenal, dan mendapat sambutan hangat masy Indonesia terutama masy di kota besar

HIMBAUAN BERKOMENTAR :
1. Tersenyum Dulu | 2. Berkomentarlah sesuai dengan artikel diatas | 3. Gunakan Open ID / Name Url / Google+ | 4. Gunakan Bahasa Yang Jelas | 5. Jaga Kesopanan Ingat Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE :) | 6. Jangan Nye-SPAM | 7. Maaf, link aktif otomatis terhapus| 8. Jangan Berpromosi | 9. Jangan minta transfer pulsa | 10. Begitulah.

RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.