Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Menurut Kamu, Iklan Ini Mengiklankan Apa ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Iklan Aneh


Sumpah, saya bingung menebak ini iklan apa. Iklan mini ini tergeletak begitu saja di atas koran langganan saya tadi pagi. Aneh, ridiculous, tak lazim kira-kira begitu yang ada dipikiran saya. Kebayakan iklan bersifat brief, jelas, mudah dipahami, simpel dan tidak multi tafsir walaupun kemasannya membuat pembacanya penasaran. Lha kalau yang ini ?

Iklan ditulis dengan tata penulisan yang tidak biasa. Huruf besar dan kecil bercampur aduk. Saya gak ngerti, apa memang sengaja ditulis seperti itu, salah ketik atau keterbatasan tukang ketiknya yang belum memahami kaidah penulisan yang baik sesuai EYD. Uh....

Semula saya menebak bahwa iklan ini berkaitan dengan produk bakpia karena ada kalimat "aku, BAKPIA RATU". Tetapi tebakan saya mulai goyah karena terdapat juga kalimat "Marilah Kepadaku Semua Yang Letih Lesu, aku akan memberikan kepuasan Kepadamu" dan "Temui aku dirumah : Ny. JANIK". Melihat kalimat-kalimat itu saya berfikir, lho...jangan-jangan ini iklan massage (pijat) seperti yang biasa dimuat koran-koran lokal Jogja. 

Saya mencoba memastikan kalau iklan mini ini bukan berkaitan dengan jasa seperti itu dengan mengetik "Bakpia Ratu Kadirojo Jogjakarta" di Google. Sayang sekali saya tidak mendapatkan informasi apapun tentang Bakpia Ratu. Sebenarnya apa yang ditawarkan dalam iklan ini ?

Oh ya, saya terpaksa menutup nomor HP yang terpampang dalam iklan tersebut untuk menghindari penyalahgunaan dengan maksud-maksud tertentu. 


   

7 Lapas Yang Ada di Nusa Kambangan

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Nusa Kambangan telah menjadi topik berita internasional setelah menjadi tempat pelaksanaan eksekusi terpidana mati kasus narkoba tahap 1, 18 Januari 2015 lalu.

Dalam beberapa hari ke depan, penjara dengan tingkat keamanan paling tinggi (Maximum Security Prison) di Indonesia ini juga kembali akan dijadikan tempat pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba tahap dua.

Sebenarnya dimana Nusa Kambangan ini ?

Secara geografis, walaupun berdekatan dengan Kabupaten Cilacap, pulau yang disebut sebagai "lembah kematian" ini, bukan menjadi wilayah administratif kabupaten ini. Nusa Kambangan dianggap sebagai pulau terluar Indonesia dan dimiliki langsung oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Untuk masuk ke penjara ini, orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan Wijayapura (Cilacap) menuju pelabuhan Sodong yang dikelola secara khusus oleh Kementerian Hukum dan HAM. 

Banyak orang awam yang belum tahu, bahwa di pulau seluas 121 m2 ini terdapat lebih dari satu lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Beberapa lapas merupakan produk peninggalan masa kolonial Belanda sehingga sudah sangat tua. Berikut ini 7 lapas yang berada di pulau Nusa Kambangan 


Pohon Ini Buahnya Mirip Tubuh Perempuan

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Pohon ini bernama "Nareepol atau Nareephon". Nareepol berasal dari kata  Naree berarti wanita atau perempuan sedangkan Pol diartinya pohon atau tanaman dalam bahasa Malay. Secara harfiah diartikan sebagai "Pohon Perempuan". Dinamai Pohon perempuan karena buahnya sangat aneh dan unik yakni berbentuk seperti tubuh wanita telanjang tergantung di pohon. 

Konon Pohon ini tumbuh di dekat propinsi Petchaboon yakni 500 Km dari Bangkok Thailand. Apakah pohon ini benar-benar ada ? Belum ada bukti nyata apapun atas keberadaan pohon ini. Nareepol diyakini sebagai pohon mitologi sebagaimana dijelaskan dalam Triphum Phra Ruang (Kosmologi Tiga Dunia) yakni teks-teks kitab suci agama lokal yang dipercayai di Thailand. 

"Di luar areal tanaman jambolan di Himavanta terdapat hutan dengan pohon yang memiliki buah seperti perempuan; Buah dari pohon-pohon ini sangat indah - mereka seperti gadis berusia enam belas tahun. Ketika pria melihat mereka, mereka jatuh cinta dengan mereka, dan ketika mereka menjatuhkan, burung berkumpul di sekitar untuk makan seperti beruang makan madu."

Nareepol memainkan peranan penting dalam kisah-kisah lokal di Thailand. Salah satu dari sekian banyaknya makhluk eksotis dalam legenda Himavanta (Himapan, Himmapan, atau Himaphan di Thailand).

Bagaiamana menurut anda,  percaya Nareepol benar-benar Ada ?


di ThailandIlustrasi

Image Source : hoax-slayer.com




From Jogja to Macau : Menengok Masjid Empat Bahasa

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Seorang teman mengajak mengikuti kontes ngeblog Why Macau yang diselenggarakan media online terbesar di republik ini, viva.co.id. Semula saya enggan karena saya pikir, ah apa yang mau diulas dari kota para gambler terbesar kedua setelah Tusk Rio Casino Resort, Klerksdorp Afrika Selatan ini ?


Image sebagai kota judi, kota para gangster yang penuh dengan kekerasan, adu gelut dan tembak menembak telah lekat dalam pikiranku. Adalah Andy Lau Cs dalam film 'Casino Tycoon' yang telah meracuniku. Terakhir kali aku bermaksud minta pertanggungjawaban-nya, email saya hanya di jawab dengan kata So Sorry, girl. It's Just A Movie ! - Hem....Please Deh - Just Joke !

Cerita tentang Makau, Macau atau Macao tidak sekedar tentang judi, tidak sekedar tentang Casino Ponte 16 dengan 320 mesin games dan 150 meja poker yang dibangun di pelabuhan Inner Macau seluas 270.000 m2. Macau juga tidak hanya cerita tentang The Venetian Macao yang menjadi landmark penyuka permainan pertaruhan keberuntungan di seluruh daratan Asia dengan 3000 mesin games dan 870 mesin poker, dibangun di lepas pantai tanah reklamasi seluas 546.000 meter persegi, lengkap dengan bar, hotel dan restauran super mewah. 

Memang tidak dipungkiri bahwa bisnis judi menjadi penyumbang 50% GDP (gross domestic product) per kapita dan 70% pendapatan negara. Pendapatan dari bisnis ini mencapai US$ 45 miliar atau Rp 450 triliun dan diprediksikan semakin naik dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya kunjungan wisata ke Macao. Nah, dengan capaian ini Macao telah menyalip Las Vegas (Amerika) yang sudah duluan ada serta menjadi 'negara terkaya' ke-4 di dunia setelah Qatar.  

Selain bisnis judi, Kota yang luasnya hanya 29,5 km2 dengan penduduk 610.000 Jiwa ini juga sangat terkenal dengan industri kreatif dan pariwisata. Bila dibandingkan dengan negara kita yang hanya mendapat kunjungan wisatawan 8, 3 juta pada tahun 2013, kunjungan wisatawan ke Macau 3 kali lipatnya yakni menembus angka 26 juta pengunjung. Macau berkembang dengan cepat setelah mendapat status Special Administrative Region / Região Administrativa Especial de Macau dari RRC, 15 tahun lalu. Dengan status status ini berarti Macao sama seperti Hongkong yang menerapkan sistem Satu Negara Dua Sistem



Gerbang Perdagangan Macau.: 'Ou Mun' atau Gerbang Perdagangan 

Macau mempunyai sejarah panjang serta menjadi salah satu kota tua di China. Sebelum dikenal dengan nama Makau, Macau atau Macao, dulu dikenal dengan sebutan 'Ou Mun' dalam bahasa setempat yang berarti juga "Gerbang Perdagangan". Secara historis Macau telah dihuni sekitar 4.000 tahun SM meskipun tidak diketahui dengan pasti identitas komunitas pemukim yang paling awal. Banyak literatur sejarah yang menjelaskan bahwa para pelaut Fuji dan petani-petani Guangdong yang mendiami pertama kali. 

Predikat sebagai 'gerbang perdagangan', karena dimasa lampau Macao dimanfaatkan sebagai Site Point atau pemberhentian para pedagang dari berbagai wilayah dunia seperti Jepang, India dan Eropa pada abad ke-2, tepatnya pada saat kekuasaan Dinasty Qin. Setelah menjadi persimpangan perdagangan inilah akhinya Macao menjadi tempat bertemunya kebudayaan kebudayaan timur dan Barat. 


.: Asimilasi Budaya Timur dan Barat

Secara geografis, Macau hanyalah kota kecil yang terbagi menjadi empat bagian yakni Macau Peninsula, Taipa, Cotai, dan Coloaneini. Walaupun demikian kota ini mempunyai budaya yang sangat unik dibanding kota-kota lain di China pada umumnya karena telah terjadi asimilasi dan akulturasi kebudayaan Timur dan Barat - "East Meets West". Keunikan ini merupakan konsekwensi logis atas peranan Macao sebagai pintu gerbang perdagangan dunia 500 tahun lalu. 

Adalah para pelaut Fuji dan Petani Guangdong yang mewakili budaya Timur dan penjajah Portugis mewakili budaya Barat-Eropa. Kuatnya pengaruh Eropa menjadikan Macao juga disebut sebagai "Little Europe in China". Banyak kebiasaan masyarakat yang menunjukkan hidup damainya dua budaya ini di masa lalu. Hingga saat ini pun penduduk Macao yang 90% beretnis Tionghoa masih menggunakan bahasa Portugis dan Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari selain berbahasa Canton dan dialek Tionghoa seperti yang dipakai di Hong Kong.

Selain itu, pengaruh Eropa dapat dijumpai melalui bangunan-bangunan kuno yang banyak ditemui disini. Bangunan tersebut terletak dipusat sejarah Macao yang disebut "Kota Tua". Di kota inilah terdapat 8 alun-alun yang terkenal yakni Barra Square, Lilau Square, St Augustine's Square, Senado Square, Cathedral Square, St Dominic's Square, Company of Jesus Square dan Comoes Square. Setidaknya tidak kurang dari 30 bangunan di sini yang ditetapkan oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Situs Warisan Dunia.

Beberapa bagunan bergaya eropa dan menyimpan sejarah masa lampau adalah Kuil A-Ma, Barak Moor, Mandarin's House, Gereja St Lawrence, Gereja dan Seminari St Joseph, Teater Dom Pedro V, Perpustakaan Sir Robert Ho Tung dan Gereja St Augustine. Gedung 'Leal Senado', Kuil Sam Kai Vui Kun, Holy House of Mercy, Katedral, Mansion Lou Kau, Gereja St Dominic, Ruins of St Paul's, Kuil Na Tcha, sebagian dari tembok Kota Lama, Benteng Gunung, Gereja St Anthony, Casa Garden, Pemakaman Protestan, dan Benteng Guia, termasuk Kapel Guia dan mercusuar.

The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO0) menetapkan secara kolektif tak kurang dari 30 bangunan di pusat sejarah Macau sebagai Situs Warisan Dunia.

Barak Moo Mandarin's House Gereja St Lawrence
Teater Dom Pedro V Seminari St Joseph Perpustakaan Sir R. Ho Tung
Gereja St Augustine Barak Moo Kuil Sam Kai Vui Kun
Holy House of Mercy Mansion Lou Kau Gereja St Dominic
Ruins of St Paul's Kuil Na Tcha Gereja St Anthony

.: Menengok Masjid Empat Bahasa

Selain bangunan-bangunan yang mempunyai nilai sejarah tinggi, saya sangat tertarik atas komunitas Muslim di Macao yang ters berkembang diantara gemerlap dunia hiburan yang tidak pernah tidur. Saya bertanya-tanya sejak kapan dan darimana Islam masuk ke Macau ? 

Sebagai kota persinggahan perdagangan, ternyata tidak hanya bangsa Eropa saja yang singgah disini. Sejarah mencatat bahwa saudara-saudagar dari Gujarat, Persia, India dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya juga singgah, walaupun hanya minoritas. Nah, para saudagar dari wilayah inilah yang memberikan pengaruh Islam. Artinya, pengaruh Islam di Macao terjadi seperti di Nusantara dan negara-negara Asia lainnya yakni melalui Jasa perdagangan

Selain itu, menurut laman history cultural-china, perkembangan Islam di Macau juga karena pelarian Muslim etnis Hui setelah wilayahnya porak poranda karena Perang Dunia ke -2. Sebagian lagi berasal dari perantau dari wilayah Zhaoqing Provinsi Guangdong yang sudah terlebih dahulu mendapatkan pengaruh Islam.




Jejak Islam di Macau dapat dilihat melalui Satu-satunya masjid yang berdiri hingga saat ini yakni The Macau Mosque and Cemetery - 澳門伊斯蘭清真寺及墳場. Dalam bahasa portugis disebut Mesquita e Cemitério de Macau dan terletak di   Ramal Dos Moros. Masjid ini oleh wisatawan yang berasal dari Indonesia disebut sebagai Masjid empat bahasa. Disebut demikian karena Gapura Masjid terdapat penulisan yang menggunakan empat bahasa tersebut yakni Portugis, Inggris, Arab dan Mandarin.

Komunitas Muslim semakin berkembang dari waktu ke waktu dan tergabung dalam komunitas The Islamic Society Macau. Hingga saat ini anggotanya telah mencapai 400-500 Jiwa dan apabila ditambah dengan para Tenaga Kerja Indonesia dan beberapa negara Islam lainnya, jumlahnya bisa mencapai 5.000 orang. Perkembangan Islam di Macau memberikan pengaruh bagi para pemeluknya disana. Konon keluarga muslim yang berasal dari penduduk setempat sudah memberi nama Omar, Siti, Fatimah, Muhammad dan lain sebagainya pada anak-anaknya.



Masjid Macau Pemakaman Islam
Kantor Asosiasi (ISM) Komunitas Muslim

wudhlu kemudian sholat dua rokaat serta menyapa kaum muslim yang ada disana dengan kata "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh". Insya Allah suatu saat kelak !


Artikel ini diikutkan Kontes Ngeblog " Why Macau "- MGTO - Viva_Log




All About MACAU

MACAU GOVERNMENT TOURIST OFFICE - (Perwakilan Indonesia)
Alamat: Jalan Dr. Saharjo 96 A, Jakarta - Indonesia
Tel: +62- 21 -830 5664 Fax: +62- 21 - 8370 5912   Hotline Wisatawan +853 2833 3000 e-mail: mgto@intrareps.com

.: Website : http://www.macautourism.gov.mo
.: Twitter: https://twitter.com/macauindonesia  




Sumber Bacaan dan Credit Foto
  1. Macau Tourist Government - http://bit.ly/1v2vW4R
  2. Wisata Kompasiana - http://bit.ly/1tDA9x9
  3. Wikipedia - http://bit.ly/1umJuHJ
  4. Semalam di Macau - http://bit.ly/1sbYhbC
  5. Islam di Macau - http://bit.ly/1DopkTX 
  6. Google



Wonderful Indonesia: Raja Ampat, Surga Laut di Indonesia Timur

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Kira-kira apa yang tersirat dalam benak kita ketika mendengar kata Papua? 




Pulau berbentuk seperti kepala burung, Koteka atau Asmat. Ya, semua benar. Tetapi apakah kita cukup mengenal Raja Ampat? Kalau tidak berarti sungguh terlalu karena Raja Ampat adalah obyek wisata bahari yang telah mendunia. Gaungnya terdengar sampai ribuan kilometer hingga manca negara. Banyak diulas media-media asing dan bahkan tahun 2013 menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata terbaik dunia versi National Geographic Indonesia.

Raja Ampat kembali jadi pembicaraan dunia ketika menggelar event pariwisata tahunan internasional yakni Sail Indonesia ke-6, Sail Raja Ampat begitu tema tahun ini. Puncak acara event ini di helat pada bulan Agustus 2014 laludi Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) dan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mungkin anda bertanya kenapa Raja Ampat dipilih sebagai tuan rumah event tersebut tahun ini. Jawabannya adalah karena Raja Ampat adalah Surga Laut di Kawasan Indonesia Bagian Timur. Mau Bukti ?


.: The World's Last Paradise

Media asing seperti nbcnews.com menjuluki Raja Ampat sebagai "Surga Terakhir Dunia". Ada juga yang memberi julukan Hutan Amazon-nya laut di dunia. Masih banyak lagi julukan keren bagi Raja Ampat. Tentu saja julukan-julukan hebat bagi tempat yang hebat ini. Siapapun akan bilang kalau julukan ini sangat tepat, apalagi setelah melihat langsung keelokannya dari dekat.


Raja Ampat termasuk kabupaten baru di Indonesia yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Secara geografis, hampir 87% wilayahnya adalah perairan/laut dengan lebih dari 600 hamparan pulau. Dari seluruh pulau yang ada, hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan yang lainnya tidak berpenghuni, bahkan malah belum memiliki nama. Terdapat empat pulau besar yang menjadi sentral ekonomi dan budaya masyarakatnya yakni Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool.



 Raja Ampat 1  Raja Ampat2   Raja Ampat3  Raja Ampat4

Hamparan Kepulauan Raja Ampat


Banyaknya perairan, menjadikan Kepulauan Raja Ampat sebagai satu dari 10 perairan terbaik dunia untuk wisata air. Kawasannya seluas 46.108 km² ini disebut juga sebagai jantung keanekaragaman terumbu karang dunia dengan segala biota laut yang hidup di dalamnya. Tercatat lebih dari 540 jenis karang ada disini atau 75% dari semua spesies yang ada di dunia.

Ekosistem terumbu karang di Kepulauan Raja Ampat terajut pada paparan dangkal di hampir semua pulau‐pulau kecil, dengan penyebaran terbesar dijumpai di Distrik Waigeo Barat, Waigeo Selatan, Ayau, Samate, dan Misool Timur Selatan Selatan dan kepulauan Wayag. Banyak gugusan karang di kepulauaan Raja Ampat dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90% seperti di selat Dampier dan Kepulauan Kofiau. Terumbu karang di Raja Ampat umumnya terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam, atol dan tipe gosong atau taka.


Terumbu Karang1 Terumbu Karang2 Terumbu Karang3 Terumbu Karang4

Kekeyaan Terumbu Karang

Selain terumbu karang, kekayaan hayati flora dan fauna disini juga tidak ada duanya di dunia. Hampir semua jenis 'penguhuni' laut terdapat disini. Hamparan perairan bening di kepulauan ini dihuni lebih dari 700 jenis moluska yang terdiri atas 530 siput‐siputan (gastropoda), 159 kerang‐kerangan (bivalva), 2 scaphopoda, 5 cumi‐cumian (cephalopoda), dan 3 chi‐ton, Karang-karang yang luas juga dihuni 537 jenis hewan karang yang exotic.

Dunia bawah air Raja Ampat dihuni 1.427 spesies ikan. Akan banyak ditemui pigmy seahorse atau kuda laut mini, wobbegong, dan manta ray di sini. Juga ikan endemic eviota raja yakni sejenis ikan gobbie, kumpulan ikan tuna, snapper, giant travellies, ikan barakuda, penyu, ikan dugong atau ikan duyung, 5 jenis penyu, 15 jenis ikan paus dan lumba‐lumba, serta 60 jenis udang karang. Catatan ini menjadikan dunia bawah air Raja Ampat menjadi menjadi “Surga Laut Para Penyelam”.

Kekayaan Ikan1  Kekayaan Ikan2  Kekayaan Ikan3 Kekayaan Ikan4

Ribuan Spesies Ikan


Ketika sudah menginjakkan kaki di Raja Ampat, maka tidak ada alasan untuk tidak memanjakan mata menikmati surga di bawah laut yang sangat memukau. Apa yang asik untuk dilakukan, pertama adalah Drift Dive yaitu menyelam mengikuti arus kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Hampir diseluruh tempat di Raja Ampat sangat asik untuk melakukan kegiatan diving ini. Itulah kenapa Raja Ampat juga disebut sebagi surga diving dunia.

Kedua, adalah melakukan Wreck Dive yakni melihat pesawat karam bekas peninggalan Perang Dunia II seperti di Pulau Wai. Di Raja Ampat, siapapun bisa melakukan apapun karena banyak lagi situs yang belum pernah terjamah dan sangat menantang untuk di kunjungi.


diving1 diving2


.: Keindahan Aneka Fauna Endemik 

Keindahan pulau-pulau di Raja Ampat tidak hanya terdapat di dalam laut berupa flora terestrial tetapi juga diatasnya. Daratan pulau‐pulau kecil Raja Ampat juga dihuni oleh beragam jenis fauna endemik yang tidak ditemukan di bagian dunia lain seperti Cenderawasih Merah, Cenderawasih Botak, Kakatua Raja, Maleo Waigeo, Bandikut, Kuskus Bertotol, Oposum Bergaris, Tikus Pohon, dan binatang unik lainnya.


 Kekayaan Fauna1  Kekayaan Fauna2  Kekayaan Fauna3 Kekayaan Fauna4
.: Budaya Masyarakat

Kebudayaan masyarakat kepulauan Raja Ampat pada khususnya dan Papua pada umumnya sangat mempesona, unik dan beragam, tiada duanya di dunia. Kebudayaan yang hidup ditengah-tengah masyarakat Raja Ampat adalah akulturasi kebudayaan asli Papua dan budaya Islam. Dari mana pengaruh Islam masuk ke Papua ?

Sejarah mencatat bahwa pengaruh kebudayaan Islam di Papua datang dari kerajaan Bacan (Maluku Utara) pada abad XVI. Sejumlah Pulau seperti Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati pada abad tersebut telah mendapat pengaruh Islam. Melalui pengaruh Sultan Bacan inilah sejumlah pemuka masyarakat di pulau-pulau tersebut memeluk agama Islam, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. 

Akulturasi kebudayaan ini termanifestasikan dalam sejumlah tarian seperti tari Mapia, Mambefor, Wor, Adat prosesi pengangkatan raja, Wor Yeknan, dan atraksi kesenian lain. Selain tari-tarian, perpaduan budaya tersebut juga mempengaruhi bentuk rumah/tempat tinggal dan ritual-ritual kemasyarakatan yang masih bertahan hingga saat ini.





.: Kearifaan Lokal 


Raja Ampat merupakan salah satu bentuk kecil keajaiban sebuah pulau yang pernah ada di dunia. Suku-suku yang tinggal didalamnya mampu menyerap sistem pengetahuan modern secara cepat akan tetapi sangat kuat dalam mempertahankan adat istiadatnya. Berubahnya jaman berbuah perubahan demi perubahan, tetapi masyarakatnya mampu mempertahankan identitas dirinya dan menjaga lingkungan dengan baik hingga saat ini.

Adalah Tradisi Sasi atau Samson yang telah mengikat meraka dalam menjaga keragaman sumber daya alam yang dimilikinya. Sasi adalah sebuah sistem konservasi alam yang dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian terumbu karang agar keberadaan populasi biota laut terjaga dan tetap lestari. 

Apa yang dilakukan masyarakat dengan sasi adalah menutup suatu wilayah untuk memberi waktu kepada jenis biota untuk berkembang dan membukanya jika jenis biota yang telah disasi tersebut sudah melimpah. Sasi dilakukan oleh masyarakat adat yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mendiami sebagian besar pesisir pulau-pulau di Misool. Setiap prosesi sasi yang dilakukan pasti menggunakan semacam upacara adat.







Masyakarat Raja Ampat mengenal Sasi dalam dua bentuk, yaitu:

a. Sasi Musiman, yakni dilakukan selama 6 bulan dengan berpatokan pada musim selatan dan musim barat. Perhitungan musim selatan mulai pada bulan Mei – Oktober. Pada Bulan ini Nelayan tidak melaut karena kondisi lautan dan ombat. Nelayan menuai hasil laut di sasi pada musim Barat yakni Mulai November – April.

b. Sasi Gereja, yakni sasi yang berhubungan dengan agama dan kepercayaan yang dilaksanakan oleh gereja melalui pendeta atau majelis yang ditunjuk.

Tadisi Sasi merupakan kearifan lokal yang terpelihara dengan baik hingga saat ini. Tradisi ini mampu mempertahankan kekayaaan hayati yang tidak hanya dinikmati oleh generasi saat ini, akan tetapi juga merupakan "tabungan" bagi generasi mendatang. Pantaslah kalau Raja Ampat mempunyai kekayaan laut yang terawat, terjaga dan terindah di dunia.






Artikel ini diikutkan kontes Blog Sail Raja Ampat Blogging Contest  


ooooooo0oooooooo



Referensi Bacaan :
1. http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat
2. http://sosbud.kompasiana.com/2013/07/01/keindahan-dan-keramahan-pulau-raja-ampat--569775.html
3. http://www.republika.co.id/berita/koran/nusantara-koran/14/08/25/nav9bw-terumbu-raja-ampat-terancam
3. http://id.scribd.com/doc/214858165/Sosiologi-Kebudayaan-Suku-Waigeo-Di-kepulauan-Raja-Ampat
4. http://papuabaratprov.go.id/
5. http://rajaampatkab.go.id/
6. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia
7. National Geographic Indonesia

Credit Foto :
1. http://batanme.tumblr.com/post/63817136630/sasi-sebagai-kearifan-lokal-masyarakat-misool
2. http://rajaampatbiodiversity.com/id/diving-in-raja-ampat-2/
3. http://handogos.files.wordpress.com/2011/11/papua.jpg
4. http://praptoprasojo.wordpress.com/2013/03/13/keragaman-budaya-daerah-raja-ampat/
5. http://awalzhye.blogspot.com/2014/05/rumah-adat-papua-barat.html
6. http://bp3ambon-kkp.org/program-ekowisata-bahari-solusi-pemberdayaan-masyarakat-serta-konservasi-pesisir-dan-laut/
7. http://tempatwisatadidaerahpapua.blogspot.com/2012_11_01_archive.html
8. http://berfose.blogspot.com/2014/02/beauty-of-raja-ampat-most-east-island.html
9. http://www.btravindonesia.com/pesona-wisata-laut-di-raja-ampat-papua.html
10. http://citacantik.com/2014/05/foto-pesona-pantai-paling-cantik-indah-di-pulau-raja-ampat.html
11. http://www.theglobeandmail.com/life/travel/destinations/indonesias-coral-triangle-is-a-scuba-divers-paradise/article15089777/?from=15074916
12. http://www.huffingtonpost.com/james-morgan/kep-wayag-raja-ampat-indo_b_814673.html
13. http://wisatatimur.blogspot.com/2013/11/wisata-raja-ampat-yang-mengagumkan.html
14. http://sucialara.wordpress.com/2012/04/08/kepulauan-raja-ampat-surga-para-penyelam/
15. http://salam-counter.blogspot.com/2012/02/tiket-murah-wisata-ke-papua-barat-edisi.html


RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.