Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Menurut Kamu, Iklan Ini Mengiklankan Apa ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Iklan Aneh


Sumpah, saya bingung menebak ini iklan apa. Iklan mini ini tergeletak begitu saja di atas koran langganan saya tadi pagi. Aneh, ridiculous, tak lazim kira-kira begitu yang ada dipikiran saya. Kebayakan iklan bersifat brief, jelas, mudah dipahami, simpel dan tidak multi tafsir walaupun kemasannya membuat pembacanya penasaran. Lha kalau yang ini ?

Iklan ditulis dengan tata penulisan yang tidak biasa. Huruf besar dan kecil bercampur aduk. Saya gak ngerti, apa memang sengaja ditulis seperti itu, salah ketik atau keterbatasan tukang ketiknya yang belum memahami kaidah penulisan yang baik sesuai EYD. Uh....

Semula saya menebak bahwa iklan ini berkaitan dengan produk bakpia karena ada kalimat "aku, BAKPIA RATU". Tetapi tebakan saya mulai goyah karena terdapat juga kalimat "Marilah Kepadaku Semua Yang Letih Lesu, aku akan memberikan kepuasan Kepadamu" dan "Temui aku dirumah : Ny. JANIK". Melihat kalimat-kalimat itu saya berfikir, lho...jangan-jangan ini iklan massage (pijat) seperti yang biasa dimuat koran-koran lokal Jogja. 

Saya mencoba memastikan kalau iklan mini ini bukan berkaitan dengan jasa seperti itu dengan mengetik "Bakpia Ratu Kadirojo Jogjakarta" di Google. Sayang sekali saya tidak mendapatkan informasi apapun tentang Bakpia Ratu. Sebenarnya apa yang ditawarkan dalam iklan ini ?

Oh ya, saya terpaksa menutup nomor HP yang terpampang dalam iklan tersebut untuk menghindari penyalahgunaan dengan maksud-maksud tertentu. 


   

Sedapnya Nasi Pecel Bu Sarmi Mbejagan, Kudus

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Bu sarmi Kudus



Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke kota Kudus bila tak mencicipi sedapnya Soto Kudus, Sate Kerbau, Lentog Tanjung, Nasi Pindang, dan Pecel Bu Sarmi. Kecenderunga org kebanyakan taunya masakan-masakan Ɣªήğ sy sebut sebelumnya, tapi tidak dengan Pecel Bu Sarmi. 

Warung Pecel Bu Sarmi terletak ϑî Jl.Mbejagan, Mejobo, Kudus. Kalau kebetulan anda dari arah Pati kemudian masuk kota Kudus, pasti melewatinya. Yakni perempatan Mbejagan ambil kiri kurang lebih 200m. Kalau anda dari arah Semarang harus sedikit memutar melewati alun-alun ambil jurusan ke arah Pati. Setelah Pasar Kliwon, anda akan bertemu pertigaan besar ambil kanan ke arah GOR sampai ϑî perempatan Mbejagan. 

Warung Pecel Bu Sarmi sudah ada ϑî Kudus sekita 25 tahun yang lalu. Menariknya dari warung ɪ̣̇пɪ̣̇, tidak pernah menambah cabang dan memperluas tempat ϊτυ. Dari dulu sampai sekarang sama. Menu andalan yang ada ϑî situ adalah Nasi Pecel Cungor plus bakwan goreng. Namun begitu, ada juga beberapa menu yang lain sebagai pelengkap, tapi tidak menjadi menu utama. 

Untuk bisa menikmati seporsi pecel bu Sarmi anda cukup merogoh kocek Rp.15.000,-. ϊτυ sudah termasuk es teh dan kerupuk. Pelanggan warung pecel bu Sarmi tidak hanya orang-orang lokal Kudus, tapi juga pendatang dari luar kota yang memang sudah tau warung tersebut. Oleh karena ϊτυ, apabila anda datang pagi dan menjelang makan siang, anda harus siap berdesak-desakan dengan pengunjung yang lain atau terpaksa mengantri untuk mendapatkan tempat duduk. 

Sekali saja anda mencoba pecel bu Sarmi, saya jamin anda pasti ingin kembali lagi suatu saat. ɪ̣̇пɪ̣̇ bukan karena magic, tapi memang karena rasanya beda dengan pecel-pecel warung kebanyakan. Entah ada tambahan bumbu apa ϑî dalam pembuatannya. Yang jelas rasanya mak josss..!!! 

Anda penasaran bukan? Silahkan buktikan sendiri. 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sensasi Kuliner Salatiga dan Demak

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Mie Godong Salatiga

Melakukan perjalanan malam ketika "mudik" ke Kudus atau Brebes nampak menjadi kebiasaan yang seru. Selain karena alasan kepadatan lalu lintas jauh lebih berkurang bila malam hari, juga karena alasan kulineri.

Pak sopir selalu mengambil jalur Klaten, Boyolali, Salatiga terus sampai Semarang. Setelah itu baru mengambil jalur ke Jakarta bila mau ke Brebes dan jalur Surabaya bila ke Kudus.

Alasan kulineri, apa maksudnya ? Kalau itu mah menyangkut urusan "kampung tengah" alias perut. Tingkat kelaparan itu muncul ketika sampai di Boyolali atau Salatiga. Perut mendadak dangdut begitu dan harus dinetralisir. Nah, disepanjang jalan itu sudah terlihat kuliner-kuliner pinggir jalan yang tidak kalah dibanding dengan kuliner hotel berbintang. Biasanya mulai buka menjelang sore hingga tengah malam.

Kuliner ini, saya menyebutnya sebagai kuliner ala Koboy. Karena akan bertambah nikmat bila dinikmati dengan gaya koboy, duduk bersila atau selonjoran. Biasanya saya merayu pak sopir untuk sekedar berhenti walau hanya satu jam untuk berburu kuliner tersebut. Yang menjadi incaran saya adalah mie jawa godog (MJG). Tidak terlalu maniak sama mie godog sih, tetapi memang sangat suka.

Seperti malam tadi, hasrat untuk mencicipi kuliner terlampiaskan juga. Kali ini didaerah Ampel Boyolali. Pak sopir akhirnya atas "perintah" saya berhenti di sebuah warung tenda biru yang menyajikan masakan-masakan jawa. Tenda Pak Yudi Kampiun, namanya. Tenda Pak Yudy ini berada didepan halaman toko bangunan dengan tikar pajang membentang untuk pengunjung yang pada antri.

Hasrat menyantap mie jawa godog ala chef Yudi serasa nikmat. Apalagi kebetulan saat itu suasana hujan dan udara dingin. Jadi kebayang kan, betapa nikmatnya seporsi mie godog dengan segelas teh hangat? Apalagi porsinya lumayan jumbo hingga pak sopir bilang," Itu makan mie tau mau bunuh diri". Ha..ha..ha.. Kalau Pak Dhe Bondan selalu bilang "Mak Nyus", kalau saya bilangnya "Mak Jos !"

Melanjutkan perjalanan kembali hingga Semarang kemudian masuk ke Demak "Kota Wali". Pak sopir sengaja mengambil jalur alun-alun Demak, tidak melewati jalan lingkar. Kali ini pak sopir yang mendadak berhenti di alun-alun. Yang dicari adalah kuliner laut. Apakah itu, adalah kerang goreng atau kerang godog. Ini tidak direkomended bagi yang alergi.

Kerang Goreng DemakSaya yang semula enggan karena belum pernah sebelumnya. Akhirnya malah nambah porsi. Sensasi mensisipi kerang goreng ala Demak pesisir sangat aduhai seperti lagunya mbah haji Rhoma Irama. Entah bumbu apa yang dipakainya, begitu kerang disesep diujung lidah bumbunya sudah terasa sekali. Dijamin anda akan menambah porsi kalau hanya memesan sepiring kerang saja. Bikin ketagihan!

Silahkan dibuktikan sendiri, bila anda kebetulan melakukan perjalan ke arah Kudus atau Pati melewati Demak.

#posted by email via Blackberry



RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.