Melampaui Batas Diri Dengan Indihome Fiber - #IndonesiaMakinDigital

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.




#IndonesiaMakinDigital

PIDATO DULU
Kangmas dan Mbakyu yang saya sayangi.  Kalau saat ini kita hidup dalam dunia yang serba digital dan serba mudah, itu karena kelanjutan dari kejadian-kejadian di masa lalu yang terkadang karena ketidaksengajaan, musibah atau malah pertentangan justru malah menimbulkan semangat 'balas dendam' dalam arti postif. 

Salah satu kejadian masa lalu yang memberikan dampak besar hingga saat ini adalah 'kecemburuan' Amerika terhadap Uni Soviet (Rusia), yang berhasil mengorbitkan Sputnik tahun 1957 karena setahun kemudian terbentuklah ARPA (Advanced Research Projects Agency).

ARPA inilah cikal bakal lahirnya dunia digital hingga ditemukannya teknologi internet tahun 1982. 

Nah, pasca internet ditemukan, technically, dunia berubah menjadi digital tanpa batas seperti yang kita alami saat ini. Kalau mau lihat timelinenya seperti ini. [  pic-timeline ]


8 tahun kemudian (awal tahun 1990-an), digitalisasi internet mulai dikenal negara kita. Saat itu cuman 0,5% dari 203 juta jiwa penduduk republik ini yang mampu menikmatinya. Itu pun dari instansi pemerintah, perusahaan, institusi pendidikan dan kalangan orang-orang tertentu saja.

Tahun 2000-an hingga 2015 #IndonesiaMakinDigital. Siapapun akan geleng-geleng dan gedeg-gedeg, karena pertumbuhannya sedemikian cepat. Kalau Sampeyan gak percaya, Ini buktinya... [  pic-IndonesiaMakinDigital ]



IKUT #INDONESIAMAKINDIGITAL, SAYA PAKAI MODEM 'COLOK'
Kangmas dan Mbakyu. Saya bersentuhan dengan dunia digital internet juga belum terlalu lama, kok. Seingat saya akhir tahun 2013. Mungkin sedikit terlambat karena sebuah hambatan tertentu.

Di kampung saya, Perumahan Griya Purwa Asri Rt 19 Rw 06 Sanggrahan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta [ lokasinya disini], tidak semua rumah ada sambungan telpon dan internet. Padahal saya tahu banyak tetangga yang membutuhkan koneksi internet karena profesinya baik sebagai dosen, PNS, karyawan kantoran, wiraswasta dan lain sebagainya.

Griya Purwa Asri Purwomartani Kalasan

Untuk kebutuhan internet warga memperolehnya dengan cara masing-masing, kalau yang punya modem ya pakai modem, kalau yang enggak punya larinya ke warnet. Yang paling deket jaraknya 3 km. Lokasinya ada di depan Toserba Pamela 7 purwomartani masuk ke perumahan pertamina. [ lokasinya disini].

Kalau saya pakai modem 'colok' GSM alias model USB punya suami, tetapi hanya bisa dipakai sepulang kerja. Merknya Sierra Wireless AT&T 881 pakai kartu Telkomsel. Saya masih menyimpannya hingga saat ini karena sudah enggak laku dijual :). (Kalau ada yang minat, PING ME email saya :))
Sierra Wireless AT&T 881
Awalnya memasuki dunia digital internet sekedar buat socmed, baca berita, baca gosip dan cari resep masakan. Yah, seputar itu saja. Tapi dasar saya, orangnya selalu ingin tahu, selalu penasaran dan seneng mencoba sesuatu yang baru. Keinginan untuk mendapatkan 'lebih' dari  sekedar socmed dan browsing lambat laun memprovokasi otak dan meracuni pikiran. 

Saat itu saya sudah tertarik belajar gambar menggambar/grafis. Penyebabnya adalah gara-gara selalu dapat brosur Carrefour (sekarang Lotte Mart) yang dikirim ke rumah via pos setiap bulan. " keren juga kalau bisa beginian," Pikir saya. 

Karena ketertarikan itu, saya suka membuka web atau blog untuk mencari tutorial-tutorial serderhana tentang dunia grafis dari mulai software yang dibutuhkan hingga cara pakainya. Dengan latar belakang sekolah yang tidak ada kaitannya dengan dunia grafis, memang terasa sulit memahami tutorial tersebut. 

No surrender, lah. Saya coba mencari tutorial di youtube. Oh my god, ada ratusan di situ. Ini sesuai dengan type belajar saya yakni "learning by doing", belajar langsung praktek dengan melihat video tutorial.
 DIRECT POINT
  • Walaupun penuh keterbatasan fasilitas, keinginan mendapatkan lebih dari sekedar main socmed dan baca berita telah memprovokasi otak dan meracuni pikiranku. How to get more with internet.

Tetapi malanglah nasibku ! Ternyata buffering parah. Bahkan sering DC. Bagaimana bisa belajar dengan kondisi seperti ini? Saya kerep dibuat sewot kalau sudah seperti itu. Suami bilang karena modemnya panas atau paketannya mau habis. O la..la... begitu ya....

Memang sih paketan internetnya kelas ekonomi, go ban-nan alias 50 rb. Kalau paket data primernya habis, kecepatan jadi menurun sehingga susah untuk putar video youtube. Seperti itu.  Akhirnya, ya berproses apa adanya dengan fasilitas apa adanya pula. Tapi saya masih merasa beruntung karena ada koneksi untuk buka blog, web dan socmed.



MERAYU SUAMI PASANG INTERNET DI RUMAH
Kangmas dan Mbakyu. Saya sempat merayu suami untuk pasang telpon plus speedynya sekalian. Sayang, suami masih keberatan. 

Saya masih ingat betul pertimbangannya adalah kebutuhan yang semakin meningkat seiring masuknya anak-anak ke Sekolah Dasar serta kebutuhan-kebutuhan lain yang belum kelar seperti angsuran kendaraan dan sebagainya. 
Merayu Suami Kartun
Suami bilang, 
"Mah, bukan masalah biaya pasang internetnya yang papa persoalkan. Kalau hanya untuk itu, mamah bisa menganggarkan. Tetapi biaya koneksi internet per bulannya yang harus kita pikirkan. Belum lagi biaya abonamennya. Sementara kita masih punya kebutuhan lain yang lebih penting. Sementara jangan dulu deh, tunggu hingga angsuran motor lunas atau bagaimana gitu...."
 DIRECT POINT
  • Usaha merayu suami untuk pasang internet dirumah GAGAL, karena alasan kondisi keuangan belum memungkinkan. I understand, beib...
Saya bisa menerima kalau suami masih keberatan. Sayalah bendaharanya, yang tahu kondisi keuangan keluarga, berapa pemasukan dan berapa anggaran belanja tiap bulannya.

Mestinya kalau dipaksain sih bisa-bisa saja tetapi jatuhnya ngepas banget. Saya kalkulasi efeknya malah nggak bisa saving. Padahal itu penting buat jaga-jaga kalau ada kebutuhan mendesak seperti perbaikan motor, iuran kegiatan sekolah anak misalnya.


Maklum saja, suami hanya karyawan biasa di sebuah perusahaan swasta di Jogja, sedangkan saya hanya wiraswastawati kelas recehan yang mengisi waktu dengan kegiatan droping es zuzu di kantin sekolah anak sulung saya, SD Sidorejo 1. 


Saya sih thinking positif saja, menganggap ini sebagai sebuah keinginan yang tertunda. Cepat atau lambat Allah pasti akan mengabulkan. That's what i think. 


KABAR GEMBIRA DARI PAK RT SEPERTI DAPAT DURIAN RUNTUH
Kangmas dan Mbakyu. Suatu ketika suami kasih kabar menggembirakan dari Pak RT, Bapak Suhirjan (sekarang jadi Ketua RW), bahwa di RT 20 warga bersepakat bikin jaringan internet. Internet RT/RW istilahnya. 

Wuih..seperti dapat durian runtuh di depan mata. Langsung saya peluk suami tersayang. Muach...muach... "Oh my god, akhirnya Allah memudahkan dan menjawab keinginanku" Aku kegirangan. Sudah kebayang apa yang bakal saya lakuin dengan akses internet bisa 24 jam di rumah. 
Khabar Pak RT Kartun


INDIHOME UNTUK JARINGAN INTERNET WARGA RT 20 RW 06 GRIYA PURWA ASRI
Kangmas dan Mbakyu. Diawal pemasangan jaringan internet di RT 20, warga kena iuran Rp. 300.000. Seingat saya uang yang terkumpul dipergunakan untuk membeli perlengkapan jaringan, iuran bulan pertama sebesar Rp 65.000 (sekarang naik menjadi Rp. 75.000), uang khas dan sebagainya. Ah...sangat terjangkau kantong  dengan iuran segitu walaupun harus menghemat uang belanja harian. 

Jaringan internetnya menggunakan Telkom Speedy (sekarang Indihome). Modem router ada di Balai RW 06 sedangkan jaringan telponnya diambil dari rumah Bapak Suhirjan yang bersebelahan dengan balai RW. Dari Balai RW ini, kabel internet ditarik ke rumah anggota yang berjumlah 14 orang. Untuk kelompok pertama memang dibatasi 14 anggota untuk menjaga beban koneksi, begitu kata teknisinya.  
Balai RW 06 Purwomartani Kalasan
DIRECT POINT

  • Jaringan internet RT 20 menggunakan Speedy (Indihome) dengan iuran Rp 75.000/bulan. Suami pasang hotspot sendiri dirumah untuk internetan sekeluarga 24 jam x 365 hari.
Dikarenakan jaringan internet RT 20 menggunakan kabel (bukan WIFI) maka satu anggota mendapat satu line kabel internet.

Bagi anggota yang ingin menjadikan sebagai hotspot dirumah, maka tinggal nambahin semacam modem router sebagai access point. Jadi bisa internetan bareng-bareng sekeluarga tanpa harus gantian.  
Hotspot di Rumah

BELAJAR APAPUN JADI MUDAH DENGAN INTERNET CEPAT INDIHOME
Kangmas dan Mbakyu. Sejak di rumah ada jaringan internet indihome kehidupan saya jadi lebih akrab dunia digital. Kapanpun dan apapun yang saya mau, terkait dengan berita, socmed, tutorial, film dan kawan-kawannya mudah untuk didapatkan.

Memangsaya tidak secara langsung menjadi pelanggan indihome tetapi saya secara 'de facto' adalah pemakai layanan indohome melalui internet warga di kampung tempat tinggal saya. 


Setelah menggunakan telkom speedy Indihome, setidaknya bisa bercerita kepada Kangmas dan Mbakyu bahwa saya benar-benar bisa membuktikan 4 hal berikut ini, 
Keunggulan Indihome Fiber

Posisi sebagai ibu rumah tangga dengan sedemikian banyak pekerjaan rumah mengharuskan saya bisa membagi waktu antara kewajiban mengurus suami dan anak serta aktifitas digital dunia maya.

Agar tidak menjadi bibit permasalahan dalam keluarga, saya mengkomunikasikan dengan suami tentang keinginan dan harapan dengan adanya fasilitas internet tersebut. Alhamdulillah, suami openfull dan mendukung minat saya untuk memfaatkan internet dengan tujuan yang baik dan bermanfaat. Beginilah saya mengatur waktu setelah dirumah ada jaringan internet Indihome yang kemudian saya manfaatkan untuk belajar grafis.

Pembagian Waktuku

Saya mulai belajar sedikit demi sedikit tentang dunia grafis dengan sumber utama dari tutorial youtube. Learning by doing begitu. Saya ingin menunjukan kepada suami bahwa tidak ada batasan gender di dunia grafis. Siapapun bisa mempelajarinya. Toh, di luaran sana sudah banyak yang membuktikannya. 

DIRECT POINT

  • Hadirnya internet indihome mendorong semangat belajar grafis. 
  • Selain mengkomunikasikan dengan suami, saya juga komitmen membagi waktu dan membuat skala prioritas. 
  • Jaringan internet cepat Indihome memudahkan saya belajar grafis dengan cara learning by doing melalui streaming tanpa buffering tutorial youtube.
Nothing to lose dan tidak ada target apapun. Saya hanya ingin mengenal dan bisa sedikit grafis. Barangkali bermanfaat untuk bikin panflet acara 17-an yang rutin dirayain di kampung daripada bayar orang untuk mbikinin, begitu pikir saya.

Swear, awalnya saya merasa sulit sekali karena tidak ada basik ilmu tentang hal itu, sama sekali. Bertolak belakang 180 derajat dengan apa yang saya pelajari saat sekolah dulu dimana otak dijejali ilmu Ilmu Hubungan Internasional (HI).


Tetapi karena ada minat, lambat laun sedikit banyak bisa memahami dan mengikuti. Dalam prosesnya saya sangat terbantu dengan jaringan internet indihome yang cepat tanpa buffering untuk menjalankan video tutorial dari youtube. Oh my god, it's perfect !


Untuk memudahkan, saya membuat skala prioritas mana yang harus saya pelajari terlebih dahulu. Saya mengawalinya dengan aplikasi standart design seperti Coreldraw, Photoshop dan Ilustrator. Setelah itu sedikit-sedikit mempelajari aplikasi 3D dan editing film. Sesekali ngeblog untuk mencurahkan uneg-uneg. Sayang blog yang pertama kelupaan passwordnya. 
Skala Prioritasku

PENCAPIAN HASIL PERTAMA BIKIN BANGGA DAN SEMANGAT BELAJAR

Kurang lebih setahun saya belajar mandiri melalui youtube dibantu internat cepat indihome. Hasil belajar tersebut saya aplikasikan perlahan-lahan. Memang sederhana dan apa adanya. Jauh dari kesan sempurna. Walaupun demikian lumayanlah bikin hati seneng apalagi berawal dari sama sekali tidak tahu.

Uniknya, hasil praktek yang pertama kali terpublish bukan grafis tetapi justru video editing. Ini disebabkan karena lomba-lomba blog yang saya ikuti. Mungkin semacam blessing in disguise gitu. Berkah dalam keterpaksaan :)


Berikut ini beberapa hasil pencapaian tersebut. Ah,..Kangmas dan Mbakyu, please yang "dicemooh" ya. 
ScreenShoot Aplikasi Anak cerdas ACER





TUTORIAL APLIKASI ANAK CERDAS ACER

Tutorial ini adalah karya pertama, yang saya buat tahun 2014 sebagai pelengkap postingan blog lomba review aplikasi tersebut di KEB (Komunitas Emak-Emak Blogger).

Sangat sederhana, kan? Ya begitulah karena pembuatannya pun menggunakan software yang sederhana yakni Camtasia Studio dan Adobe Premier.

Walaupun blognya kalah, tetapi video tutorial tersebut dipakai juga oleh peserta-peserta lain mengikuti lomba yang sama. I know it very much !. Insya Allah mengalir pahala untuk saya he..he..he...
Video Ucapan Ultah BBlog

VIDEO UCAPAN ULTAH KE-1 BBLOG 

Video ini juga saya bikin tahun yang sama untuk ikut lomba perayaan satu tahun komunitas Bblog Indonesia. 

Walaupun materinya sangat sederhana. Tetapi pembuatannya sedikit rumit dibandingkan yang pertama. Saya sudah mencoba membuatnya dengan software Cinema 4D hasil belajar di youtube.

Ah, ini juga kalah karena penentuan pemenangnya menggunakan sistem "like" he..he..he.... #mundurteratur. Tapi sumpah saya puas karena sudah bisa ikutan dengan model video animasi buatan sendiri. 
TVC Laras Asri Angklung Kalasan
TVC KOMUNITAS LARAS ASRI KALASAN

Setidaknya sejak bersentuhan dengan dunia digital, saya sudah membuat 30 video editing sederhana, baik untuk dokumentasi maupun keperluan pelengkap blog. Sebagian besar saya updoad di youtube.


Dari praktek membuat video editing dan animasi tersebut, yang tersulit dan terlama menurut saya ketika membuat TVC KOMUNITAS LARAS ASRI KALASAN untuk komunitas angklung ibu-ibu RW 06 Purwomartani Kalasan, dimana saya menjadi salah satu anggota sekaligus pemainnya. Seneng dan bangga rasanya ketika TVC ini diputar saat Konser Angklung 3 Komunitas Warga tahun 2015.  

Mestinya sih ada cara yang lebih simpel tetapi karena kerterbatasan, saya belum menemukan cara tersebut. Akhirnya, TVC ini saya buat dengan menggunakan banyak software seperti Cinema 4D, Adobe After Effect, Adobe Premier dan Photoshop. Itulah kenapa lama dan lumayan menyulitkan saya yang baru tahap belajar. Tetapi seneng sekali bisa mempersembahkan karya buat komunitas musik angklung di kampung saya. 

DIRECT POINT

  • Hasil karya pertama membuat semangat untuk terus belajar. 
  • Job design pertama diperoleh dari sebuah Advertising Agency melalui Facebook.
  • Berapapun hasilnya, saya anggap sebagai sebuah penghargaan bagi seorang pemula seperti saya.
  • Indihome memberikan andil besar dalam setiap karya saya.
Lebih dari itu, proses ini terjadi karena kemudahan dalam mencari tutorial di youtube maupun aplikasi video lainnya. Sekali lagi, semua berkat Indihome yang memberikan jaminan koneksi internet cepat. Thanks om telkom !

Selain hasil video editing, dari hasil belajar mandiri berkaitan dengan grafis 2D dan 3D juga ada. Kebanyakan saya buat dengan menggunakan Adobe Photoshop dan atau Cinema 4D.

Pengalaman yang menarik menurut saya adalah ketika mendapat Job Design pertama kalinya dari sebuah perusahaan di Yogyakarta, walaupun melalui sebuah advertising agency. Uniknya, agency itu menghubungi saya setelah melihat satu gambar yang saya posting di facebook.  

Job pertama tersebut adalah membuat gambar 3D untuk boot pameran dengan ukuran 6 x 4 meter. Karena belum berpengalaman, design itu dihargai sebesar Rp. 350 rb tetapi mesti siap untuk revisi-revisi sesuai keinginan client. Lumayan lah, buat tambahan belanja kebutuhan dapur. Ini dia konsep 3D-nya dan realisasinya. 
Job pertama Design 3D
Design 3D Booth Pameran Automotif Roda Dua

Dibanding dengan video dan animasi, hasil praktek grafis memang lebih banyak. Kalau waktu sedang senggang saya memang menghabiskannya dengan 'utak-utik' gambar di laptop. Hampir semuanya sederhana sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan saya yang tidak mempunyai dasar teori yang semestinya. Beberapa hasil praktek tersebut sebagian saya masukan di menu portofolio blog ini.



Seiring perjalanan waktu, beberapa kali saya mendapatkan job kecil-kecilan untuk design 2D dan 3D sederhana. Kalau memang sulit untuk saya penuhi, saya pun menolak job tersebut dengan alasan saya belum mampu. Sampai saat ini saya mempunyai beberapa client baik perorangan maupun korporasi.

Yah, dari sebuah awal yang tidak "bertarget" sama sekali karena hanya berangkat dari rasa suka ini justru akhirnya malah menghasilkan pemasukan secara ekonomis. Walaupun hasilnya belum seberapa tetapi saya menganggapnya sebagai sebuah penghargaan yang luar biasa bagi pembelajar seperti saya.



ANGAN-ANGAN DISAAT #INDONESIAMAKINDIGITAL
Kangmas dan Mbakyu. Dunia memang sudah semakin digital, pun demikian juga #Indonesiamakindigital. Digitalis Indonesia itu nyata, dibuktikan dengan jumlah pengguna internet yang terus merangkak naik. Bahkan pertumbuhan pengguna internet di indonesia menduduki posisi ke-6 di dunia.

Akses internet yang mudah didukung kemajuan teknologi komunikasi dan harga ponsel yang kompetitif menyebabkan satu orang memiliki lebih dari satu handset di republik ini. Menurut data E-marketeer.com pengguna telepon seluler telah mencapai angka 308,2 juta orang. Jumlah ini berarti melebihi jumlah penduduk yang hanya berjumlah 254,9 juta jiwa.

Di negara kita, siapapun orangnya pasti pakai gadget yang terkoneksi dengan internet. Ibarat kata nih, jangankan orang-orang kantoran, pedangan asongan, jual jamu gendong, tukang sayur, tukang rongsok, penjual tahu-tempe, kerupuk bahkan pengangguran sekalipun di sakunya pasti ada smartphone yang bisa buat main socmed. Jangankan ke kantor, lagi makan, tidur, jalan-jalan bahkan ke WC pun orang bawa benda itu.

Warnet dan game online menjamur dimana-mana. Pengunjungnya tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Laptop, modem, apapun nama alatnya yang bisa mengkeneksikan orang dengan internet dijual dengan harga yang terjangkau.

Walaupun demikian, tidak semua orang mau dan mampu memanfaatkan menjadi sebuah peluang. Kebanyakan orang justru memilih sebagai obyek teknologi digital ketimbang menjadi pemain digital. Setidaknya hal ini tergambarkan dalam data survey Puskakom UI dan APJII bahwa Socmed masih menjadi aktifitas digital favorit di Indonesia.  
Yand Dilakukan Orang Indonesia Dengan Internet
Sebenarnya ini merupakan peluang pasar yang dahsyat karena potensi demografi Indonesia memang tinggi. Sayang sekali saya tidak mempunyai kemampuan di bidang Tehnologi Informasi. Seandainya saja dulu sekolah di bidang ini mungkin saya sudah membuat aplikasi untuk Indonesia.

Dalam benak saya aplikasi itu "One Stop Indonesian Internet Service (OSIIS)" yang khusus hanya untuk Indonesia dimana dalam satu platform, seluruh penduduk Indonesia terkoneksi secara digital baik untuk socmed, news, messenger, cloud data system, streaming, e-commerce, banking, apapun itu yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia.


Maaf saja kalau agak aneh dan utopis, tetapi bukan karena nasionalis sempit, loh. Semata-mata hanya untuk melayani Indonesia serta menjaga dari konten-konten yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.


DIRECT POINT

  • #IndonesiaMakinDigital dibuktikan dengan jumlah pemakai telepon selular lebih banyak dari total penduduk secara Nasional (308.2 juta : 254.9 Juta Jiwa).
  • Potensi demografi Indonesia sangat dahsyat. Andaikan saya ahli IT maka saya akan membuat platform khusus untuk Indonesia yang bernama OSIIS (One Stop Indonesian Internet System) dan menyatukan portal/web lembaga-lembaga pemerintahan dalam platform bernama "Indonesia One".
Selain itu saya akan menyatukan web dan portal pemerintah, departemen, lembaga-lembaga negara, kementerian dan sebagainya yang terpisah-pisah dalam satu platform canggih yang bernama "Indonesia One" dengan database servernya berada di Indonesia saja. Selain atas dasar alasan integrasi dan safety  juga efesiensi untuk menghemat APBN/APBD.   

Sekiranya ketika orang-orang membutuhkan layanan data informasi, memberikan masukan dan kritikan cukup dilakukan dalam satu klik


Kalau sekarang mah hampir semua lembaga punya sendiri-sendiri ini terbukti dari data pandi.id dimana hingga Juni 2016 penggunaan domian go.id mencapai 3,665 user.


Menurut saya ini sih boros dianggaran, apalagi banyak web yang tidak pernah di update sama sekali. 


Ah, sudahlah Kangmas dan Mbakyu, jangan dimasukan ke hati ide gila itu. Lha wong yang punya ide juga hanya rakyat jelata yang buta teknologi informasi, je. Tetapi setidaknya saya bisa seperti Kangmas dan Mbakyu yang lebih dulu memaknai momentum #IndonesiaMakinDigital dengan karya nyata walaupun hanya dengan pembelajaran mandiri yang tertatih-tatih. Seperti itu...


Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi siapapun demi Indonesia yang lebih baik dalam dunia yang #semakindigital ini.  








Quote od The day

G+


38 comments

Namaku : Maschun Sofwan, Komentarku begini nih : 8:01 AM WIB

Keren indhome nich mas, kayanya boleh juga untuk buat ngeblog dirumah

Namaku : Hendra Suhendra, Komentarku begini nih : 9:42 AM WIB

Saya dari dulu tertarik untuk pasang paket home Internet dan entertainment, tapi belum kesampaian mulu, hahahahahahahahaahaha... Mba, salut sama grafik nya keren banget. Ajarin mba.... Nice share.

BTW sering ikutan lomba blog ya??? Good luck ya

Namaku : Iwan Sumantri, Komentarku begini nih : 2:28 PM WIB

kren artikelnya...super lengkap ! Semoga sukses !

Namaku : angkisland, Komentarku begini nih : 3:20 PM WIB

wwuhhh se RT ya mbak mantap dah, bener" berkemajuan cepat mbak daerahnya hehe ^-^ selamat menikmati ujian internet mbak semoga berkah melimpah aamiin...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 8:32 AM WIB

Wow...jangankan ngeblog mas...dipakai streaming youtube saja enggak buffering loh.....nah lo kok mas? mesti salah kamar kasih komentar nih....

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 8:41 AM WIB

Ayuk....daftarin sekarang saja, telpon ke 147 mas. Ikutan lomba enggak sering-sering amat mas...sak senggangnya waktu

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 9:05 AM WIB

makasih mas...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 9:06 AM WIB

he..he..he... betul itu mas...ujian internet....:)

Namaku : rita dewi, Komentarku begini nih : 10:09 AM WIB

kayaknya musti bujuk2 suami nih untuk pasang juga

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 11:12 AM WIB

iya mbak ayuk segera pasang

Namaku : Hendra Suhendra, Komentarku begini nih : 3:56 PM WIB

Iya nanti dulu deh, keperluan yang lebih penting dulu, hehehe

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 6:14 PM WIB

siip deh...

Namaku : April Hamsa, Komentarku begini nih : 9:56 PM WIB

Saya di rumah juga pakai indihome. Tetap yang paling stabil sampai saat ini. Alasan lain krn banyak tmn suami kerja di telkom jd kalau nanya pas ada gangguan or komplain gampang :))

Namaku : Levina, Komentarku begini nih : 10:54 PM WIB

Hidup di zaman sekarang ga bisa lepas dari internet dan dunia digital yak...

Namaku : Andi Nugraha, Komentarku begini nih : 12:54 AM WIB

Keren nih, kalau kecepatannya seperti ini bisa betah trus2 di depan internet.. hee
thank infonya mba :)

Memang betul kalau #IndonesiaMakinDigital :)

Salam kenal mba :)

Namaku : Ety Budiharjo, Komentarku begini nih : 3:03 PM WIB

Wah...Indihome emang pancen oye...

Namaku : Handiko Rahman Pebrianto, Komentarku begini nih : 7:34 PM WIB

Seandainya semua kampung di Indonesia seperti ini, sama-sama kerjasama buat bisa internetan, pasti Indonesia makin digital dan lebih maju

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 7:44 PM WIB

Oh begitu ya mbak...asik kalau gitu kalau ada trouble segera teratasi...tetapi selaama ini saya enggak nemuin trouble je..

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 7:44 PM WIB

Iya, itu karena Indonesia Makin Digital :)

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 7:47 PM WIB

Iya mas, pakai internet itu yang penting adalah kecepatannya. Kalau lelet..aduh....
Salam kenal juga mas...terima kasih kunjungannya...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 7:50 PM WIB

Iya mbak...oye dan oke....cepetnya itu loh yang bikin betah di depan lapeee

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 8:09 PM WIB

Iya mas, tetapi rata-rata kalau orang berduit jarang yang mau gabungan seperti ini....gengsi... :)

Namaku : Dini Islamiyah, Komentarku begini nih : 12:13 AM WIB

Bagus banget design blogg nya mbak
pengen bisa juga kayak mbak yuni.
berapa lama belajar design blogg ini mbak? dan bagaimana cara belajarnya?
hehe

salam kenal dari semarang mbak

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 8:07 AM WIB

terima kasih kunjungannya mbak dini. Selam kenal kembali dari jogja.

Namaku : HIPNOTIS SEMARANG, Komentarku begini nih : 3:07 PM WIB

Mantab, INdihome memang oke , jadi lebih maju dan berkualitas .

Blognya keren . pasti jogo edit HTML

Namaku : Munawir Alfikri, Komentarku begini nih : 10:26 AM WIB

Asyk banget ya, bisa Internetan satu RT :D
coba aja didesaku begitu juga hihi... pasti senang sekai

Namaku : Eksapedia, Komentarku begini nih : 5:40 PM WIB

WAh mantep banget mbak..
buat download + ngeGame pasti lancar banget ya :D
Selama ini kalau ngerasain indihome harus ke alun-alun ke telkom dulu, jaraknya dari rumah mungkin 20 menit. Hehehe

Namaku : suga tangguh, Komentarku begini nih : 8:14 AM WIB

Wah, enaknya.. apa semua warga di RT setempat semua iuran mbak? atau hanya beberapa KK? #Blogwalking

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 2:48 PM WIB

enggak jago kok...cuman kopy paste dari tutorial HTML saja...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 2:49 PM WIB

iya mas...monggo diawali dengan tetangga kanan kiri dulu...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 2:52 PM WIB

sekarang hampir rata-rata wilayah sudah fiber mas...memang lebih cepat dan stabil...buat download dan main game juga fast banget...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 2:53 PM WIB

enggak mas, yang iuran yang ikut internet saja,,,,kalau yang enggak ya gak iuran...satu kelompok soalnya terbatas maksimal 14 orang

Namaku : Febrian Putra, Komentarku begini nih : 12:57 AM WIB

Enak mbk kalau punya warga yang kompak. Nah, repotnya kalau bayar lampu jalan sj gak mau apa lg mau urunan buat ngenet...xixixixi

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 10:49 AM WIB

iya mas, semua didasari pada kebutuhan bersama soalnya...

Namaku : Eko Nurhuda, Komentarku begini nih : 12:32 PM WIB

Mbak Yuni infografisnya selalu juara deh. Itu semua hasil belajar otodidak yo, Mbak? Keren banget deh. Aku nggak kaget kalau artikel ini nangkring di daftar pemenang nanti. :)

Btw, aku juga pake layanan internet Telkom. Baru dua tahun sih, tapi sudah kerasa banget manfaatnya. Nggak cuma buat saya, tapi juga buat anak-anak dan lingkungan sekitar karena tetangga kanan-kiri tak kasih tahu password wifi-nya biar pada ikutan pake. Eman-eman banget kuota inlimited cuma dipake sedikit. hehehe

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 11:13 AM WIB

Aamiin, terima kasih doanya mas. Semoga Allah memudahkan..

Namaku : Ika Maya Susanti, Komentarku begini nih : 8:50 PM WIB

Selamat Mbak... Artikelnya inspiratif. Jadi kepikir mau ngusulin internet model gitu juga di desa tempat suami. TFS yah...

Namaku : Yuni andriyani, Komentarku begini nih : 12:18 AM WIB

Terima kasih mbak...iya mbak bisa menghemat biaya tuh...

HIMBAUAN BERKOMENTAR :
1. Tersenyum Dulu | 2. Berkomentarlah sesuai dengan artikel diatas | 3. Gunakan Open ID / Name Url / Google+ | 4. Gunakan Bahasa Yang Jelas | 5. Jaga Kesopanan Ingat Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE :) | 6. Jangan Nye-SPAM | 7. Maaf, link aktif otomatis terhapus| 8. Jangan Berpromosi | 9. Jangan minta transfer pulsa | 10. Begitulah.

RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.